Pliskova kalahkan Osaka di final Pan Pacific Terbuka

Tokyo (ANTARA News) – Petenis Karolina Pliskova mengalahkan petenis favorit tuan rumah dan juara Amerika Serikat Terbuka Naomi Osaka 6-4, 6-4 pada final untuk memenangi gelar turnamen Pan Pacific Terbuka di Tokyo, Minggu.

Osaka seharusnya sangat percaya diri dan berada dalam bentuk permainan puncaknya memasuki pertandingan final tersebut dengan berbekal 10 kemenangan berutun. Tapi dia terlihat gelisan sepanjang pertandingan tersebut dan membuat Pliskova bisa meraih kemenangan mudah hanya dalam waktu satu jam.

Mantan petenis putri nomor satu dunia asal Ceko Pliskova memasuki pertandingan dengan telah menghabiskan 419 menit di lapangan sepanjang pekan ini, lebih lama dibanding pemain lainnya meskipun mendapat “bye” di babak pertama dan hampir dua kali lebih lama dibanding Osaka.

Tapi justru pemain asal Jepang itu yang terlihat lebih kelelahan dan Osaka, yang sebelumnya tidak pernah kehilangan set selama turnamen itu, melakukan serangkaian kesalahan sendiri dan tidak menunjukkan ketenangan dan kekuatan seperti ketika dia mengamankan gelar Grand Slam pertamanya beberapa waktu lalu.

Pliskova lebih dari bahagia mengambil keuntungan tersebut, memanfaatkan kesempatan dalam kedua set tersebut dan memenangi 11 poin terakhir untuk mengamankan gelar WTA keduanya.

Osaka kini kalah di final turnamen ini untuk kedua kalinya, setelah pada turnamen 2016 dia juga harus puas di posisi kedua.

Dengan meraih gelar tersebut, Pliskova juga mengambil langkah besar dalam upaya mengamankan tempatnya di turnamen penutup musim WTA Finals.

Pliskova saat ini menempati peringkat sembilan, sementara hanya delapan petenis terbaik yang bisa lolos turnamen yang akan digelar di Singapura itu. Kiki Bertens, yang saat ini berada di peringkat delapan, bertanding di final Korea Terbuka Minggu petang.
  Naomi Osaka memastikan langkah ke final Pan Pacific Terbuka setelah mengalahkan Camila Giorgi di Tokyo, Jepang, pada Sabtu (22/9). (twitter.com/WTA) Reuters/I015/T004)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Osaka melaju ke final Pan Pacific Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Juara AS Terbuka Naomi Osaka melangkah ke partai final turnamen Pan Pacific Terbuka usai menaklukkan petenis Italia Camila Giorgi dengan skor 6-2, 6-3 di Tokyo, Jepang, Sabtu.

Kemenangan Osaka di depan para penggemar tuan rumah merupakan kemenangan beruntun kesepuluhnya, dan ia terlihat sangat mantap untuk menuju partai puncak sejak melakukan serve pertamanya di pertandingan ini, demikian catatan pertandingan laman resmi tenis putra dunia (WTA).

Baca juga: Osaka tanpa kesulitan melaju ke semifinal Tokyo

Petenis 20 tahun itu, yang menjadi petenis tunggal asal Jepang pertama yang menjuarai Grand Slam di New York dua pekan silam, melepaskan delapan ace terhadap petenis peringkat 37 dunia Giorgi.

Osaka membawa energi dan kekuatan yang membuat dirinya mampu mengalahkan Serena Williams di partai puncak di Flushing Meadows dan, terbantu oleh delapan double fault Giorgi, menyelesaikan pertandingan dalam waktu 72 menit.

Ia selanjutnya akan berhadapan dengan petenis peringkat delapan dunia Karolina Pliskova, setelah petenis Ceko itu mengalahkan wakil Kroasia Donna Vekic dengan skor 6-2, 4-6, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama lebih dari dua jam.

Pliskova menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan dibandingkan para petenis lain meski mendapat bye di putaran pertama dan kembali harus memainkan laga yang panjang saat berhadapan dengan Vekic.

Mantan petenis peringkat satu dunia itu memulai laga dengan meyakinkan untuk memimpin 4-0 sebelum menyelesaikan set pertama dalam waktu kurang dari setengah jam.

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams

Vekic, yang menyingkirkan dua petenis sepuluh besar dunia Sloane Stephens dan Caroline Garcia dalam perjalanannya ke empat besar, bangkit di babak kedua. Ia mampu pulih dari break yang didapatnya, balas mematahkan serve lawannya dan memenangi set kedua.

Pliskova terlihat kelelahan, namun mampu bekerja keras pada set ketiga dan kualitas pukulannya menjadi saksi untuk mematahkan kegigihan Vekic.

Petenis Ceko yang masih belum memastikan partisipasinya di WTA Finals di Singapura ini telah menghabiskan 420 menit di lapangan di Tokyo, berbanding 222 menit yang dicatatkan Osaka.

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Osaka tanpa kesulitan melaju ke semifinal Tokyo

Tokyo (ANTARA News) – Juara AS Terbuka Naomi Osaka terus bersinar di depan para pendukungnya di Tokyo dalam turnamen Pan Pcific Terbuka, ketika ia memastikan melaju ke semifinal setelah melibas Barbora Strycova 6-3 6-4, Jumat.

Petenis berusia 20 tahun itu berlaga di ajang pertama dia sejak dia memenangi debut Grand Slam awal bulan ini dan tampaknya bakal sukses setelah dia tidak mengalami kecolongan satu set pun sejauh turnamen di Tokyo ini.

Osaka tampak lebih perkasa menghadapi Strycova dengan unggul awal 4-1 di set pertama lewat dominasi permainan servis gim dia, begitu juga pukulan forehand dia sangat kuat bagi petenis peringkat 25 dunia itu.

Baca juga: Naomi Osaka juara AS terbuka

Meskipun Strycova main bertahan, hasil tidak pernah meragukan ketika Osaka menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 35 menit.

Petenis Ceko itu sempat mengalahkan Osaka dalam dua pertemuan mereka tiga tahun lalu di Tokyo, namun sekarang petenis Jepang itu tampil beda pada Jumat itu, dan itu merupakan kemenangan kesembilan dia secara berturut-turut.

Dengan hasil kemenangan itu Osaka di semi final akan bertemu dengan petenis Italia Camila Giorgi pada Sabtu setelah Victoria Azarenka terpaksa harus mundur dari pertandingan perempat final melawan Giorgi karena cedera pada kedudukan unggul 5-3 di set pertama.

Masing-masing Osaka dab Giorgi belum pernah saling berhadapan sebelum kompetisi WTA. have never faced each other before in WTA competition.

Reuters/A020

Baca juga: Serena berselisih di final AS Terbuka, Osaka tidak merasa terganggu

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams
 

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tundukkan AS, Kroasia melaju ke final Piala Davis

Zadar, Kroasia (ANTARA News) – Borna Coric tampil tenang pada partai penentuan melawan Frances Tiafoe dan memastikan lolosnya Kroasia ke babak final turnamen tenis beregu putra dengan mengalahkan Amerika Serikat 3-2, Minggu.

Coric, 21, bangkit dari dua kali ketinggalan untuk menang atas Tiafoe 6-7(0) 6-1 6-7(11) 6-1 6-3.

Tim AS sendiri sempat membuka harapan ketika mereka dapat membalas dua kekalahan pada partai awal untuk menyamakan kedudukan 2-2.

Baca juga: AS ke semifinal Piala Davis setelah hantam Belgia

Sebelumnya Sam Querry dari AS mampu menghidupkan peluang dengan mengalahkan Marin Cilic 6-7(2) 7-6(6) 6-3 6-4.

Kroasia, yang lolos ke final Davis untuk kedua kalinya, akan berhadapan dengan Prancis, yang menyingkirkan Spanyol 3-2.

“Luar biasa, ini adalah momen spesial di hidup saya,” kata Coric usai pertandingan semifinal di Zadar, Kroasia itu.

Prancis yang memenangi semifinal di Lille, kini berhadap dapat membalas kekalahan dari Kroasia 2-3 di semifinal Davis 2016.

Reuters/T004

Baca juga: Australia menentang perombakan piala davis

Baca juga: Indonesia bertahan di Grup II Piala Davis

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Serena berselisih di final AS Terbuka, Osaka tidak merasa terganggu

Yokohama (ANTARA News) – Naomi Osaka menyatakan perselisihan Serena Williams dengan wasit pada final AS Terbuka tidak mengganggu perasaannya terkait dirinya yang menjadi juara turnamen Grand Slam itu, karena dia tidak tahu bagaimana semestinya bereaksi, kata petenis Jepang itu pada Kamis.

Kesuksesan Osaka di New York dibayang-bayangi perselisihan antara lawannya Williams dan wasit Carlos Ramos, yang membuat juara Grand Slam 23 kali itu diskors satu pertandingan dan didenda 17.000 dolar.

Di Flushing Meadows pada Minggu, petenis 20 tahun itu berurai air mata saat upacara pemberian hadiah namun saat ia kembali ke Jepang pada Kamis, ia mengatakan dirinya tidak sedih dengan insiden itu.

Baca juga: Naomi Osaka juara AS terbuka

“Bagi saya, saya tidak sedih karena saya tidak akan tahu apa yang semestinya saya rasakan,” ucapnya pada konferensi pers di Yokohama menjelang turnamen Pan Pacific yang akan dimulai pada Senin.

“Karena itu adalah final pertama saya dan kemenangan pertama saya di Grand Slam, secara keseluruhan saya merasa benar-benar gembira dan saya tahu bahwa saya meraih hal besar.”

“Saya tidak tahu apa yang saya pikirkan mengenai merasa sedih karena saya tidak punya pengalaman serupa di final Grand Slam lainnya.”

Salah satu final Grand Slam tenis paling kontroversial sepanjang masa dan memicu perdebatan mengenai seksisme di olahraga, yang dipicu pernyataan Williams bahwa Ramos tidak akan bersikap sama saat menghadapi petenis putra.

Sebagian besar kritik terhadap Williams dipusatkan terhadap bagaimana tindakannya merusak momen indah Osaka, yang bahkan meminta maaf karena mengalahkan petenis favorit tuan rumah kepada publik New York yang mencemooh Ramos.

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams

Terkait kesuksesannya menjadi juara Grand Slam kategori tunggal dari negaranya untuk pertama kalinya, Osaka, yang merupakan putri dari ayah yang berasal dari Haiti dan ibu yang berasal dari Jepang, juga membantu menghadirkan gebrakan di Jepang ketika identitas birasialnya menjadi hal yang tidak biasa pada citra negara itu sebagai masyarakat homogen yang rasial.

Sikap publik perlahan berubah ketika masyarakat Jepang menjadi semakin terintegrasi dengan ekonomi global, dan munculnya lebih banyak pesohor berdarah campuran, khususnya di bidang olahraga, cukup membantu.

Untuk apa yang telah dilakukannya, Osaka tidak berpikir terlalu banyak mengenai bagaimana anggapan orang terhadap identitasnya.

“Bagi saya, saya hanyalah saya,” kata Osaka, ketika ditanyai apakah dirinya kini mewakili “Jepang gaya baru.”

“Saya tahu cara saya dibesarkan, orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya bersikap seperti orang Jepang maka saya rasa seperti itulah.”

“Namun jika Anda membicarakan mengenai tenis saya, menurut saya tenis saya tidak sangat (bergaya) Jepang.”

Osaka, yang saat ini menghuni peringkat ketujuh dunia, bertekad untuk lolos ke ajang WTA Finals di Singapura pada akhir musim.

Selain itu, terkait dengan namanya yang semakin populer, Osaka ingin menjadi teladan untuk anak-anak muda Jepang.

“Saya berpikir bagaimana jika anak-anak kecil menyaksikan dan mereka juga ingin bermain tenis,” ucapnya.

“Saya selalu berpikir bahwa Kei (Nishikori) merupakan teladan yang sangat bagus di sisi putra, dan saya berharap dapat menjadi sosok seperti itu untuk sisi putri.”

“Maka mudah-mudahan saya dapat menjadi teladan itu.”

Reuters/H-RF

Baca juga: Djokovic buyarkan impian Nishikori untuk capai final AS terbuka

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Setelah juarai AS Terbuka, Naomi Osaka jadi duta Nissan

Jakarta (ANTARA News) – Hanya beberapa hari setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya, petenis Naomi Osaka ditunjuk sebagai duta merek terbaru Nissan.

Pengumuman ini dibuat di Markas Global Nissan di Yokohama, menandai salah satu penampilan pertama Osaka di Jepang sejak memenangi gelar pada 8 September.

Dipersenjatai dengan groundstroke yang kuat dan servis yang kuat, Osaka mencetak sejarah sebagai pemain Jepang pertama yang memenangi tunggal putri Grand Slam.

Lahir di Osaka dari seorang ibu Jepang dan ayah dari Haiti-Amerika, dia pindah ke AS ketika berumur 3 tahun dan menjadi pemain profesional tenis dengan membawa nama bendera Jepang.

“Minggu ini adalah mimpi yang menjadi nyata, dan saya merasa terhormat mewakili Jepang dan Nissan di panggung dunia,” kata Osaka dalam keterangan yang diterima Antara, Kamis.

“Saya tertarik untuk bermitra dengan Nissan karena DNA Jepangnya yang kuat dan semangat persaingan globalnya. Merek ini selalu menantang harapan, dan saya berharap untuk membawa visinya untuk mendorong kegembiraan ke khalayak baru di seluruh dunia,” tambah petenis berusia 20 tahun itu.

Sebagai bagian dari kemitraan, Osaka akan muncul dalam promosi dan iklan global untuk Nissan, dan Nissan akan mendukung kegiatannya sebagai pemain tenis, termasuk menyediakan kendaraan Nissan di tempat tujuan turnya.

“Dengan kombinasi dari keberanian dan sopan santun, Naomi Osaka tidak gentar menghadapi pemain-pemain tenis terbaik saat ini, dan menang,” kata Asako Hoshino, wakil presiden senior di Nissan Motor Co., Ltd.

“Ini adalah semangat yang sama. Kinerja yang telah diwujudkan Nissan sepanjang sejarah kita – dicontohkan baru-baru ini oleh Nissan LEAF, yang menantang peluang untuk menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia. Dan seperti Naomi, Nissan baru saja dimulai,” paparnya.

Osaka saat ini tercatat sebagai pemain peringkat tujuh dunia per 10 September 2018.

Naomi Osaka, kelahiran 16 Oktober 1997, tinggal di Florida. Osaka menjadi pro pada tahun 2013 dan memenuhi syarat untuk kejuaraan tur Asosiasi Tenis Wanita pada usia 16 tahun, memulai debutnya di Bank of the West Classic di Stanford, California.

Pada tahun 2016, Osaka memenuhi syarat untuk memasuki turnamen Grand Slam pertamanya, Australia Terbuka, dan berhasil menembus ke babak ketiga.

Musim yang sama, ia juga mencapai putaran ketiga Perancis Terbuka dan AS Terbuka.

Pada Oktober 2016, dia menjadi runner-up di Toray Pan Pacific Open. Penampilannya tersebut membuatnya mendapatkan gelar WTA Newcomer of the Year.

Pada Maret 2018, ia menjadi wanita Jepang pertama yang memenangi turnamen kelas Premier Mandatory, yakni di tur WTA Indian Wells.

Pada 8 September 2018, Osaka menjadi pemain Jepang pertama yang memenangi tunggal putri Grand Slam.

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams

Baca juga: Naomi Osaka juara AS terbuka

Baca juga: Osaka singkirkan Keys untuk mencapai final grand slam pertamanya

Pewarta: Monalisa
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

ITF dukung wasit ramos di AS Terbuka

London (ANTARA News) – Federasi Tenis Internasional (ITF) telah memberikan dukungannya kepada wasit asal Portugal Carlos Ramos yang Serena Williams disebut “pembohong” dan “pencuri” selama kekalahan terakhirnya petenis tersebut di AS Terbuka Naomi Osaka asal Jepang pada Sabtu.

Williams, yang sedang mencari gelar tunggal Grand Slam ke-24 yang menyamai rekor, diberi peringatan untuk pelanggaran pembinaan sebelum menimbulkan penalti untuk menghancurkan raketnya. Setelah menuduh Ramos sebagai “pencuri karena mencuri satu poin dari saya”.

Juara enam kali AS Terbuka, yang akhirnya kalah dalam pertandingan 6-2 6-4 didenda 17.000 dolar AS Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) atas ledekannya itu.

“Carlos Ramos adalah salah satu wasit paling berpengalaman dan dihormati dalam tenis. Keputusan Ramos sesuai dengan aturan yang relevan dan ditegaskan kembali keputusan AS Terbuka untuk mendampingi Serena Williams untuk tiga pelanggaran,” kata ITF dalam pernyataan pada hari Senin waktu setempat.

Ramos, 47, adalah satu-satunya wasit tenis aktif yang telah memimpin final tunggal putra di keempat Grand Slam. Dia juga berada di kursi untuk final tunggal putri di tiga dari empat pertandingan – Prancis Terbuka pada 2005, Wimbledon pada 2008 dan di Flushing Meadows pada Sabtu.

Dia menerima pujian dari ITF untuk profesionalisme di salah satu final Grand Slam paling kontroversial sepanjang masa.

“Dapat dimengerti bahwa insiden profil tinggi dan disesalkan ini akan memancing perdebatan,” tambah ITF.

“Pada saat yang sama, penting untuk diingat bahwa Tuan Ramos menjalankan tugasnya sebagai pejabat sesuai dengan buku peraturan yang relevan dan bertindak setiap saat dengan profesionalisme dan integritas.”

Dukungan ITF untuk Ramos datang setelah Asosiasi Tenis Wanita (WTA) menyatakan kekecewaan atas penanganan pertandingan dan rencana USTA untuk meninjau kembali kebijakan komunikasinya setelah serangkaian kontroversi yang menghambat.
  Naomi Osaka menjadi petenis Jepang pertama yang menjuarai Grand Slam setelah menang 6-2, 6-4 atas Serena Williams pada final AS Terbuka yang kontroversial pada Sabtu (Minggu 9 September 2018). (REUTERS)

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams
Baca juga: Naomi Osaka juara AS terbuka
Baca juga: Osaka singkirkan Keys untuk mencapai final grand slam pertamanya

(Uu.T013)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kerber amankan posisi di WTA finals

Washington  (ANTARA News) – Mantan petenis peringkat satu dunia Angelique Kerber menjadi petenis kedua yang lolos ke turnamen penutup musim bulan depan, WTA Finals, di Singapura, demikian keterangan asosiasi tenis wanita dunia (WTA), Senin.

Kerber (30) yang memenangi gelar Grand Slam ketiga sepanjang kariernya di Wimbledon tahun ini, bergabung dengan petenis peringkat tertinggi Simona Halep, yang telah mengamankan tiketnya untuk ajang yang akan berlangsung pada Agustus.

“Saya punya banyak kenangan bermain di Singapura, khususnya mencapai final pada 2016 dan saya senang untuk kembali dan bermain di depan para penggemar yang luar biasa,” kata Kerber kepada laman resmi WTA.

Ini merupakan tahun kelima petenis peringkat tiga dunia itu lolos ke WTA Finals, yang akan berlangsung di SIngapore Sports Hub pada 21-28 Oktober.

Delapa petenis tunggal teratas di ajang berhadiah tujuh juta dolar itu akan saling berhadapan dengan format round-robin di mana sang pemenang akan membawa pulang Trofi Billie Jean King.

Sementara itu di nomor ganda peringkat teratas akan bersaing untuk Trofi Martina Navratilova .
 

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Djokovic petik resep juara dari Pegunungan Alpen

Jakarta (ANTARA News) – Petenis Serbia, Novak Djokovic, mengungkapkan resep keberhasilannya menjuarai dua titel turnamen Grand Slam dalam tiga bulan terakhir, yang ia temukan setelah  melakoni pendakian lima hari di Pegunungan Alpen dari jalur Prancis.

Pada Juni 2018, Djokovic bersama sang istri mendaki Gunung Sainte-Victoire, gunung yang dikenal sebagai sumber inspirasi seniman kenamaan Prancis, Paul Cezanne, dan sepulang dari sana hingga kini petenis berusia 31 tahun itu telah menggondol Kejuaraan Wimbledon dan Amerika Serikat Terbuka.

“Saya ingat satu momen ketika mendaki pegunungan itu. Pegunungan yang tinggi. Kami mencapai puncak setelah tiga jam,” kata Djokovic mengenang setelah memenangi turnamen AS Terbuka dengan mengalahkan Juan Martin Del Potro di New York, Minggu (9/9) setempat.

“Kami duduk dan melihat dunia dari perpektif itu, semacam menyuntikkan inspirasi dan motivasi baru,” ujarnya menambahkan.

Di atas puncak Gunung Sainte-Victoire, Djokovic mengaku ia banyak berpikir tentang tenis serta berbagai permasalahan yang dihadapinya dalam olahraga raket itu.

“Saya berpikir tentang tenis, tentang berbagai emosi yang ditimbulkan tenis lewat berbagai cara. Segalanya positif. Saya merasa mendapatkan nafas baru untuk olahraga ini,” katanya.

“Sisanya menjadi masa lalu, baik itu berbagai hasil, ataupun perasaan saya. Saya merasakan mendapat sebuah gelombang semangat yang terus berpancar sejak saat itu,” ujar Djokovic menambahkan.

Baca juga: Djokovic kalahkan del Potro untuk gelar Grand Slam ke-14

Baca juga: Djokovic buyarkan impian Nishikori untuk capai final AS terbuka

Sempat melewatkan paruh kedua 2017 lantaran dirundung masalah cedera sikut, Djokovic tampil di Kejuaraan Australia Terbuka sebelum menjalani operasi atas cederanya namun hasil buruk terus membayangi termasuk ketika ia akhirnya terhenti di perempat final Roland Garros (Kejuaraan Prancis Terbuka).

Udara Pegunungan Alpen rupanya menjadi titik balik, sebab setelah menghirupnya Djokovic melesat memenangi Wimbledon, turnamen pemanasan jelang AS Terbuka di Cincinnati, hingga akhirnya merengkuh Grand Slam ke-14 di New York, demi menempatkannya sebagai petenis dengan raihan terbanyak sepanjang sejarah.

“Saya hanya harus memutuskan keterhubungan dari dunia luar sejenak. Mengisolasi diri dan memandang dari perspektif berbeda. Sejak itu tenis menjadi begitu berbeda bagi saya. Dari segi hasil, saya memainkan final turnamen Queen’s, memenangi Wimbledon serta Cincinatti, dan kini menjuarai AS Terbuka,” kata Djokovic.

“Mungkin kami akan mendaki lagi secepatnya,” ujarnya sembari menyunggingkan senyum, demikian dilansir Reuters.

Sementara para pesaing beratnya mulai bergeletakan di New York, Djokovic tak membiarkan semangatnya kendur maupun upaya lawan untuk menyingkirkannya tercapai, demi menapaki jalan menuju gelar ketiganya di Flushing Meadows.

Kini Djokovic dalam jalur yang tepat untuk mendaki puncak lain, yakni klasemen petenis dunia, untuk kali pertama sejak terakhir kali menapaiknya pada Oktober 2016.

Djokovic mengaku bahwa dirinya pada Februari lalu tidak akan percaya bisa meraih berbagai gelar bergengsi tahun ini, namun menilai bahwa paceklik gelar yang dialaminya turut berperan membawanya kembali ke jalur yang benar.

“Saya belajar banyak tentang diri saya, tentang kesabaran, sesuatu yang tak pernah menjadi kekuatan saya. Namun pada saat bersamaan, hidup memperlihatkan saya bahwa hal-hal baik membutuhkan waktu untuk membangunnya, agar segala berjalan sesuai keinginan, demi membuatmu tetap berada di tengah, seimbang dan bertahan melewati segalanya,” kata Djokovic.

“Dua bulan terakhir sungguh luar biasa,” pungkasnya.

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams

Baca juga: Naomi Osaka juara AS terbuka

Penerjemah: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Barty dan Vanderweghe bangkit untuk menangi gelar ganda putri

New York, 10/9 (Antara News) – Pasangan petenis Australia Ashleigh Barty dan CoCo Vandeweghe asal AS bangkit dari start buruk untuk mengalahkan Timea Babos/Kristina Mladenovic dengan skor 3-6, 7-6(2), 7-6(8) di final ganda putri AS Terbuka pada Minggu.

Ini merupakan gelar utama perdana bagi kedua petenis, yang tampil gagah berani pada set kedua dan ketiga dan memaksa lawannya melakukan 52 kesalahan sepanjang pertandingan.

Babos yang berasal dari Hungaria dan Mladenovic dari Prancis terlihat memegang kendali pada awal laga, namun Barty dan Vandeweghe menggagalkan sepuluh dari 14 break point yang mereka hadapi, demikian Reuters pada Minggu.

Pada tiebreak di set ketiga, Barty melepaskan pukulan winner backhand dan memaksa lawannya melakukan kesalahan saat mengembalikan bola service, sebelum double fault Mladenovic mengakhiri pertandingan dan membuat Vandeweghe merebahkan diri di lapangan sebelum disambut mitranya.

(Uu.SYS/C/H-RF/C/a032)

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams

Pewarta:
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Djokovic kalahkan del Potro untuk gelar Grand Slam ke-14

Jakarta (ANTARA News) –  Petenis Serbia Novak Djokovic memenangi gelar Grand Slam ke-14, dan gelar ketiga AS Terbuka, dengan kemenangan 6-3, 7-6, 6-4 atas petenis Argentina Juan Martin del Potro, Minggu

Sepanjang pertandingan, Djokovic bermain dengan sabar. Ia lebih banyak melayani del Potro dengan pukulan slice, sebelum melakukan serangan balik yang mematikan.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga jam 16 menit itu, berulang kali petenis berjulukan “si badut” ini mengubah pertahanan menjadi serangan dengan kedalaman dan ketepatan yang tak henti-hentinya yang membuat pemain Argentina itu harus lebih sering bertahan di garis belakang.

Djokovic dengan demikian saat ini mengoleksi 14 gelar Grand Slam setelah sebelumnya menyabet gelar juara di Wimbledon, Inggris, pada Juli lalu.

Trofi tersebut adalah yang pertama bagi petenis 31 tahun ini sejak merengkuh gelar  Prancis Terbuka 2016.

Novak Djokovic sendiri sudah dua kali menjadi juara AS Terbuka. Babak final kali ini merupakan yang kedelapan kali bagi penggemar AC Milan tersebut pada kejuaraan AS Terbuka, menyamai catatan milik Sampras dan Ivan Lendl.

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pelanggaran saat AS Terbuka, Williams didenda 17.000 dolar

New York (ANTARA News) – Serena Williams didenda 17.000 dolar karena melanggar kode-kode yang dilakukannya pada AS Terbuka, kata Asosiasi Tenis AS (USTA) pada Minggu.

Pada pertandingan Sabtu, di mana ia kalah 2-6, 4-6 dari petenis Jepang Naomi Osaka, Williams, yang melakukan pelanggaran pelatih dan penalti satu poin karena mematahkan raketnya sebelum argumentasi panas dengan wasit Carlos Ramos berakhir dengan ia kalah di gim itu.

Kantor wasit turnamen mendenda mantan petenis peringkat pertama dunia itu sebesar 10.000 dolar untuk “pelecehan verbal” terhadap Ramos, 4.000 dolar karena mendapat peringatan untuk kepelatihan, dan 3.000 dolar karena mematahkan raketnya.

Williams, yang mengincar gelar tunggal Grand Slam ke-24nya pada Minggu, memperlihatkan kemarahan pada pelanggaran-pelanggaran itu sepanjang pertandingan.

Ia menuntut Ramos meminta maaf karena memberinya “coaching violation” dan belakangan menyebut wasit sebagai “pencuri” karena memberinya “point penalty.”

Reuters/H-RF

Baca juga: Kemenangan Naomi Osaka dan bayang-bayang Serena Williams

Baca juga: AS Terbuka, Serena hadapi ujian berat lawan Pliskova

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018